Cara Jualan Tapi Nggak Kelihatan Kayak Jualan

03 November 2017 - Kategori Blog

Bingung? Gak usah bingung.. yuk belajar, itu salah satu teknik copywriting untuk mengenalkan produk, mengajak membeli, dan membangun branding dengan cara yang soft, halus dan gak vulgar.

Coba buka salah satu akun instagram artis, akan muncul berjejalan sampah dan spam di bagian comment, jualan hiruk pikuk kayak di pasar, menawarkan dengan mulut berbusa-busa, sampai ludahnya muncrat kemana-mana..

“Dijual pemutih, pemulus, pemancung, penjepit, pengencang, pelicin, pembesar, dijamin barang improoottt, hubungi segera 08123456666”

“Karena ajian pelet kodok ngorok, kekasih yang hilang kembali lagi, jangan tunda lagi, jangan gundah lagi, ki Slamet siap berbagi ilmu! Mahar 600.000, gak melet uang kembali. Hotline: 08565357854674”

“Skripsi gak selesai-selesai, pusing! Hubungi kami akan kami bimbing 2 hari selasai. Stock banyak siap copy paste, tinggal bayar, terima dalam bentuk terjilid rapi. Ready logo-logo kampus se Indonesia, cepat lulus cari kerja! Melayani 24 jam 08176564728xxx”

Kalau di ranah jalanan, itu seperti kertas A4 yang dipasang di tiang-tiang listrik dengan tulisan: “Terlambat Datang Bulan? 08564673xxx”

Jangankan membeli… bikin mata tiba-tiba sepet luar biasa! Ada juga sih konsumennya, mereka yang dah kepepet dan gak mikir akibatnya.. tipe orang yang lemah iman, hati gampang goyang..

Terus apa sih mas itu covert selling?
Jualan terselubung?
Bisa dibilang begitu, tapi seperti orang bercerita..
Bisa cerita singkat.. bisa panjang,
Seperti orang berbagi pengalaman, dan secara halus mengajak orang untuk mencoba atau terlibat didalamnya.

Kunci di “covert selling” adalah kejujuran, gak lebay, bukan cerita karangan atau rekayasa. Nah standarnya adalah hati kita sendiri, ALLAH yang tau.. apakah tulisan yang kita sebar di sosmed itu beneran atau hanya abal-abal?

Capturan palsu chat pelanggan bisa dibuat kok, gampaaang.. modal HP yang double kartu, pakai android WA nya bisa diduplikat. Chat sendiri deh muji-muji produknya. Seolah-olah dia puas dengan produk kita, terus capture.. sebar!!

Tapi kamu tau kan, kalau bisnis dengan cara yang tidak baik, maka endingnya juga tidak baik.
Dapat uangnya, tapi gak dapat berkahnya…

Mau begitu?

Terus gimana dong mas contoh covert selling yang halal? Hehe..

Naaah disini kamu harus sering ketemu dengan konsumenmu, atau mengumpulkan pendapat mereka. Pasti gak semua bagus, yang jelek kumpulkan jadikan masukan untuk perbaikan internal, yang bagus boleh dicapture untuk promosi.

Double impact!

Yuk kita lihat beberapa contoh covert selling singkat, mereka posting di sosial media agar bisa mempengaruhi pembaca yang jadi calon konsumennya.

“Masya ALLAH, pesanan via gojek gak berhenti sejak tadi pagi. Kami di dapur sampai kewalahan. Ternyata memulai bisnis kuliner dari rumah bisa ya sis.. kami sudah membuktikan, asal makanan enak di “Dapur Siska” ini kami masak dari hati, rejeki terus membanjiri.. terimakasih semua!”

*kamu jadi penasaran ikutan mesen enggak?

“Yesss! Antrian nomer 89 sudah selesai kami bungkus.. masih 54 lagi sampai jam 13 siang ini. Banyak banget yang minat semprotan air untuk mobil ini.. selain murah, bisa bikin merontokkan semua kotoran yang nempel. Page di Facebook “Semprotan Canggih” juga dapat like lebih dari 500 orang dalam 3 hari ini… hajar teruusss deh!!”

*kamu jadi pengen tau semprotan apaan sih itu?

“Kaget! Pagi-pagi dapat pesanan 20 potong kain dari kementrian sosial untuk acara mereka akhir bulan lagi. Ternyata mereka sering mantau web kami cerahbatik.com selama ini. Mereka suka dengan motif dan warnanya, bu mentri mau pakai batik dengan tema yang dipesan.. duuuh! Kok saya gemeteran yaaa!”

*kamu jadi penasaran buka webnya enggak?

“Melihat tim saya terkapar di ruang itu saya ikut menangis bahagia! Event yang kami rancang 3 bulan lalu sukses besar! Klien begitu puas, dan berjanji akan mengajak kami lagi di beberapa kota. Inilah dedikasi pada pekerjaan, sebagai EO kami akan pegang teguh komitmen itu. Sudah 5 tahun Mandala Sakti eksis di bisnis ini.. puluhan perusahaan jadi mitra kami.. Alhamdulillah!”

*kamu jadi penasaran searching di google nama EO itu enggak?

“Kemarin dapat kiriman 3 lusin mukena mungil untuk anak umur 6-9 tahun, saya cobakan ke anak pas TPA dan magriban, laah anak-anak lain kok kepingin dan ibu-ibu yang datang menemani juga mesan… ludes deh tinggal tiga. Insya ALLAH besok datang lagi dari produsennya. Lihat nih foto-foto mukenanya.. kalau ada yang mau pesen di luar kota, kayaknya saya mau deh mengirimkannya. Kebetulan kantor pos cuman di deket rumah.. 2 menit sampai…”

*tertarik melihat foto mukenanya?

Nah, udah mulai paham? Yuk praktek bikin versi kamu sendiri! 🙂

Banyak latihan, banyak hasil yang didapatkan..

Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel tentang bisnis dan jualan di link BERIKUT

*Tulisan ini ditulis Muhammad Alfarizi dan dikutip dari grup Muslim Entrepreneur University

Bagikan jika artikel ini bermanfaat :)

, ,

 
Chat via Whatsapp